Subhkan Petani Bawang Brebes Ditahan Polisi karena Penganiayaan

Subhkan Petani Bawang Brebes Ditahan Polisi karena Penganiayaan
28 Pemirsa

Brebes – Pendukng Sandi kembali memakan korban yakni Subkhan (petani bawang) Brebes yang viral video curhatnya sambil menangis layaknya bersandiwara akhirnya berurusan dengan kepolisian terkait kasus penganiayaan kakek berusia 60 tahun dengan 2 alat bukti yang cukup bagi kepolisian untuk menetapkan status tersangka dan melakukan penahanan.

Subkhan sang pelaku sandiwara uno ternyata adalah alumni RSJ Magelang dan saat ini diancam hukuman 5 tahun penjara atas perbuatannya.

Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes, Moh Subkhan, akhirnya ditahan penyidik Reskrim Polres Brebes, Jawa Tengah pada Selasa (19/3/2019) malam, setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam mulai pukul 14.00-21.00 WIB. Dia ditahan selama 20 hari ke depan.

Warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, ini pernah viral dan mengaku sebagai petani bawang saat curhat dan menangis terkait turunnya harga bawang di hadapan calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno.
“Penyidik memutuskan melakukan penahanan. Salah satunya karena ancaman hukumannya 5 tahun tentang penganiayaan berat sesuai Pasal 351 ayat (2) KUHPidana,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Agus Triatmaja saat dihubungi Beritasatu.com Rabu (20/3/2019).

Kasus ini, sebelumnya dilaporkan Sukrono (60) pada 9 Maret lalu. Ceritanya, Sukro yang merupakan seorang petani itu dianiyaya Subkhan saat mereka bertemu di tepi jalan desa Tegalglagah. Saat itu Sukro tengah memperbaiki spanduk Jokowi yang roboh.

Subkhan saat itu emosi terkait video yang sudah tersebar di media sosial. Dalam video tersebut, Sukro menyebut-nyebut kalau Subkhan mengalami gangguan kejiwaan, bahkan pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

“Pelaku memukul pelapor satu kali mengenai bibir sebelah kiri bawah dan sobek kemudian mencekik pelapor. Saat itu saksi berusaha melerai. Setelah warga di sekitar TKP berdatangan maka pelaku pergi,” sambung Agus Triatmaja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here