Surga Pengemplang Pajak Kembali Terungkap Di Paradise Papers

0
309

Bidik Data – Sebuah bocoran yang disebut sebagai “Paradise Papers” mengungkap 13,4 juta dokumen tentang mereka yang secara diam-diam berinvestasi di luar negeri yang melindungi kekayaan mereka di tempat rahasia.

Dokumen Paradise Papers terungkap minggu ini dalam sebuah penyelidikan baru di ex negara-negara jajahan Inggris.

Para pebisnis besar, tokoh-tokoh global dalam bidang politik, hiburan dan olahraga hingga kepala negara terungkap dalam dokumen tersebut. Tidak ketinggalan tiga tokoh asal Indonesia tercantum dalam laporan Dokumen Surga atau Paradise Papers tersebut.

Nama yang dimaksud adalah Tommy Soeharto, Mamiek Soeharto, dan Prabowo Subianto. Terkuaknya Dokumen Surga ini awalnya muncul dalam surat kabar Jerman, Süddeutsche Zeitung, dan kini dikembangkan lagi oleh Konsorsium Jurnalis Investigatif.

“Laporan yang dikeluarkan pada Minggu (5/11/2017) ini baru sebagian kecil dari laporan yang akan dikeluarkan dalam satu minggu serta akan mengungkap skandal pajak dan keuangan sebagian dari ratusan orang dan perusahaan yang namanya disebut dalam data,” demikian diberitakan oleh BBC pada Senin.

Dalam dokumen tersebut, nama Tommy Soeharto tercatat pernah menjadi direktur dan bos dewan Asia Market Investment, perusahaan yang terdaftar di Bermuda pada 1997 dan ditutup tahun 2000.

Konsorsium Jurnalis Investigatif juga melihat ada kesamaan alamat dengan perusahaan lain yang dimiliki Tommy, Asia Market dan V Power, di mana dua perusahaan itu terdaftar di Bahama.

Tommy turut membuka perusahaan patungan dengan rekannya dari Australia dengan kegiatannya berupa iklan jalan di Negara Bagian Victoria di Australia, Filipina, Malaysia, Myanmar, dan China.

Perusahaan itu ditutup di Bermuda pada 2003 dan berdasarkan data dari firma hukum di Bermuda, Appleby, perusahaan tersebut disebut sebagai pengemplang pajak.

Sementara itu, Mamiek Soeharto dikatakan sebagai Wakil Presiden Golden Spike Pasiriaman Ltd sekaligus pimpinan Golden Spike South Sumatera Ltd dengan rekannya Maher Algadri.

Maher merupakan salah satu konglomerat terbesar di Indonesia zaman kepemimpinan Soeharto, menurut laporan Forbes.

Nama Prabowo Subianto disebut pernah menjabat Direktur dan Wakil Pimpinan Nusantara Energy Resources yang kantornya berada di Bermuda. Perusahaan ini terdaftar pada 2001, kemudian ditutup pada 2004 dan menyandang status sebagai perusahaan penunggak utang.

Prabowo juga disebut memiliki sebagian perusahaan Nusantara Energy Resources di Singapura yang merupakan bagian dari Nusantara Group.

Salah satu media asal Indonesia yang tergabung dalam Konsorsium Jurnalis Investigatif yang menyelidiki Dokumen Surga, Tempo, diberitakan BBC sudah mengonfirmasi hal ini kepada Tommy, Mamiek, hingga Prabowo. Namun, belum ada penjelasan menyeluruh dari ketiga pihak yang disebut.

Nama-nama lainnnya yang disebut dalam dokumen tersebut antara lain :

1. Shaukat Aziz, Mantan PM Pakistan
2. Jean Chrétien, Mantan PM Kanada
3. Alfred Gusenbauer, Mantan Kanselir Austria
4. Yukio Hatoyama, Mantan PM Jepang
5. Paul Martin, mantan PM Kanada
6. Brian Mulroney, Mantan PM Kanada
7. Gerhard Schröder, Mantan kanselir Jerman
8. Xavier Trias, Mantan Walikota Barcelona
9. Valeiy Voschchevsky, Mantan Wakil PM Ukraina
10. Wesley Clark, Kandidat Presiden AS
11. Gary Cohn, Direktor Dewan Ekonomi Nasional AS
12. Madonna, Penyanyi AS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here