Survei Populi: Elektabilitas Jokowi Menang Telak Dibandingkan Prabowo

Survei Populi: Elektabilitas Jokowi Menang Telak Dibandingkan Prabowo
119 Pemirsa

Hasil survey Populi Center menunjukkan tingkat elektabilitas Joko Widodo mengungguli Prabowo Subianto dan calon-calon lainnya. Jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, maka Jokowi dipastikan menang telak dengan 56,7 persen pemilih, sedangkan Prabowo hanya 31,9 persen pemilih. Hanya 11,3 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Adapun survei Populi Center dilakukan di 34 provinsi pada 19 Oktober-26 Oktober 2017 dengan jumlah responden 1.200 orang menggunakan metode survei multistage random sampling, margin of error 2,8 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei tersebut, responden diberi pertanyaan, “Jika pilpres diadakan pada hari ini, siapakah yang akan Anda pilih untuk menjadi presiden?”.

Direktur Populi Center Usep S Ahyar menuturkan, basis pemilih Jokowi baik di pulau Jawa maupun di luar pulau Jawa hampir sama angkanya. Sementara basis pemilih Prabowo lebih banyak berasal dari luar pulau Jawa.

Angka tersebut merupakan hasil simulasi head to head antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo. Dalam simulasi terbuka, hasil survei Populi Center menunjukkan elektabilitas Jokowi 49,4 persen dan Prabowo 21,7 persen. Sementara Panglima TNI Gatot Nurmanyo berada di posisi ketiga, dengan elektabilitas 2 persen.

Sedangkan sejumlah politisi lain yang bertengger di posisi sepuluh besar antara lain bos MNC Group Harry Tanoe 0,7 persen, Gubernur DKI Anies Baswedan 0,7 persen, SBY 0,6 persen, Megawati Seokarnoputri 0,4 persen, Jusuf Kalla 0,4 persen, Wiranto 0,3 persen, Ridwan Kamil 0,3 persen, serta nama lain di antaranya Ahok, Tito Karnavian, Surya Paloh, dan lainnya 0,9 persen.

“Konteks presiden masih pertarungan Pak Jokowi dan Pak Prabowo,” ujar Usep di kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (2/11/17).

Usep menambahkan, sebaran pemilih Jokowi di Pulau Jawa adalah 58,4 persen dan di luar Pulau Jawa 54,5 persen. Sementara pemilih Prabowo 29,3 persen di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa 35,3 persen.

Sedangkan 12,3 persen responden di Pulau Jawa menyatakan tidak tahu dan tidak menjawab, sementara di luar Pulau Jawa 10,2 persen.

Usep mengungkapkan, elektabilitas Joko Widodo ini seiring dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kebijakan pembangunan Indonesia-sentris. Pembangunan yang tidak hanya terpusat di pulau Jawa, melainkan seluruh Indonesia yang mulai menunjukkan dampak positif dan mulai dirasakan di tengah masyarakat. Model pembangunan ini terlihat dari kebijakan pembangunan tol lintas Sumatra, rel kereta Sulawesi, dan trans Papua.

Hal ini cukup jelas menggambarkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Presiden Jokowi masih tinggi dan kinerjanya selama menjabat dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here