Tak Terbukti, Polisi Bebaskan Dua Terduga Teroris di Temanggung

Tak Terbukti, Polisi Bebaskan Dua Terduga Teroris di Temanggung
145 Pemirsa

Kepolisian membebaskan dua terduga teroris di Temanggung, Jawa Tengah. Keduanya dipulangkan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri karena dianggap tidak terbukti terlibat dalam kelompok teroris.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan, kedua terduga teroris yang dibebaskan yakni Lukman alias Toro asal Tegal, Jawa Tengah dan Zaenal asal Bengkal, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah.

“Ada dua teroris di Temanggung sudah dibebaskan karena tidak terkait. Yang lain masih didalami,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (2/2/18).

Meski demikian pihak kepolisian masih membutuhkan waktu 7X24 jam untuk melakukan penyidikan lebih dalam.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror meringkus tiga orang terduga teroris di Temanggung pada Kamis, 1 Februari 2018 pukul 09.00 WIB. Dari hasil penangkapan tersebut, diketahui identitas ketiga terduga. Dua berasal dari Tegal, Jawa Tengah, bernama Waluyo alias Ageng dan Lukman alias Toro. Sedangkan pelaku lainnya Zaenal asal Bengkal, Kranggan, Temanggung.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dua buah handphone, enam buah flashdisk, satu buah dompet hitam, satu buah buku panduan, satu buah buku Penjelasan Pembatalan Keislaman, dua buah majalah arroyan, satu buah buku dzikir pagi dan petang, uang tunai Rp28.289.000 dan dua buah atm Mandiri.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal menjelaskan, ketiganya ditangkap di toko aneka grosir sepatu Jalan Secang, Temanggung km 03, Dusun bengkal, Desa Bengkal RT 05, RW 05, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung.

Untuk menelusuri lebih lanjut, pihaknya sudah memeriksa tiga saksi. Yaitu Rohman Gunadi (Sekertaris Bengkal, Kranggan, Temanggung), Ishrofi (Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Bengkal), dan Slamet Sugiyarto (Ketua RW 05 Bengkal).

Dalam kasus terorisme ini pihak kepolisian telah menunjukkan profesionalitas kerja dalam upaya pengusutan jaringan terorisme di Indonesia. Pihak kepolisian menaati prosedur dan aturan dalam proses pemeriksaan. Karena tidak memiliki bukti kuat maka terduga teroris dilepaskan, hal tersebut untuk menjaga hak kemanusiaannya.

Kendati demikian diharapkan kepada Tim Densus 88 untuk terus melakukan pengembangan penyelidikan terhadap kelompok teroris yang ada di wilayah Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here