Terima Penghargaan Ekonomi,Jokowi Sebut Tata kelola Keuangan Kita Semakin Baik

0
235

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia naik 3,2% menjadi 5.825,2. Dengan kenaikan itu, IHSG sudah naik 10% sepanjang 2017. Hal yang sama terjadi di pasar uang. Nilai tukar rupiah menguat 0,3%, atau menguat 1% sepanjang tahun ini.

Dengan kenaikan itu, Indonesia masuk kelompok investment grade, peringkat tertinggi pertama yang diberikan S&P kepada kita. Dampak penaikan peringkat itu langsung terlihat di pasar.

Penilaian positif terhadap perekonomian Indonesia disebabkan pengelolaan anggaran yang dianggap baik. Di tengah keinginan pemerintah untuk membangun infrastruktur, pemerintah dinilai positif ketika akhir tahun lalu berani untuk memotong anggaran.

Momentum inilah yang dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk fokus pada pengelolaan ekonomi dan mengesampingkan persoalan politik. Karena sudah terlalu lama pemerintah terjebak kepada isu-isu politik.

Karena itu Presiden ingin mengajak semua pihak untuk kembali fokus kepada tujuan utama berbangsa dan bernegara. Kita sepakat untuk membentuk Republik Indonesia bukan untuk membuat kita terus berseteru. Selain Jokowi menyatakan bahwa tujuan utama negara adalah menciptakan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Jokowi juga menyatakan penilaian S&P adalah wujud dari kepercayaan pasar internasional kepada Indonesia. Tata kelola keuangan, aspek moneter, hingga kemudahan berbisnis di Indonesia telah membaik.

“Hentikan saling menjelekkan, menghujat, memfitnah,” kata Jokowi.

Diharapkannya, stempel ‘layak investasi’ dari S&P terhadap negara ini bisa menumbuhkan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut gembira atas hasil rating Lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) yang menaikkan peringkat utang Indonesia ke level Investment Grade atau layak investasi pada level BBB- dengan outlook stabil.

Kenaikan peringkat utang Indonesia ini menunjukkan outlook yang positif bagi investor untuk dapat berinvestasi di Tanah Air. “Kami menyambut gembira bahwa pemeringkatan yang dilakukan rating agensi S&P yang menyampaikan hasilnya pada hari ini dengan meningkatkan peringkat Indonesia menjadi BBB- dengan outlook stable,” ungkap Sri dikantornya, Jumat, (19/5/17).

Oleh karena itu, Menkeu menambahkan Pemerintah akan terus melanjutkan pengelolaan utang yang efisien, inovatif dan produktif. Pemanfaatan utang akan diarahkan untuk kegiatan yang benar-benar produktif.

Hal ini juga diharapkan dapat mewujudkan APBN yang lebih sehat, khususnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan di masa depan.

Seperti diketahui, peringkat investment ini untuk melengkapi grade yang sebelumnya sudah diberikan sebelumnya oleh Iembaga pemeringkat internasional lain yaitu Japan Credit Rating Agency JCRA (July 2010), Fitch (Desember 2011), Moody’s (Januari 2012), dan Rating and Investment (Oktober 2012).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here