Tim DVI Berhasil Identifikasi 14 Korban Lion Air JT 610

0
59
Tim DVI Berhasil Identifikasi 14 Korban Lion Air JT 610
Tim DVI Berhasil Identifikasi 14 Korban Lion Air JT 610

Tim Disaster Victim Investigation (DVI) hingga kemarin berhasil mengidentifikasi 14 dari 189 jenazah korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Korban teridentifikasi berdasarkan data rekam medis dan DNA. Namun, jumlah tersebut masih akan terus bertambah.

Tim DVI mengaku kesulitan, lantaran dari seluruh kantong jenazah yang dikirim ke Rumah Sakit Polri berisi bagian tubuh alias jenazah tidak utuh. Proses identifikasi pun hingga saat ini terus berjalan.

Kepala Instalasi Forensik Kombes Pol Edy Purnomo, mengatakan jika ada bagian tubuh yang tertinggal dari 14 jenazah yang teridentifikasi, akan diserahkan ke pihak keluarga.

“Jadi yang teridentifikasi awal ini karena pencarian masih ada, beberapa keluarga juga menanyakan, jadi kami dari pihak RS mencatat semua nomor telepon keluarga yang sudah menerima jenazah yang nanti apabila ada body part lagi atau tambahan, maka keluarga akan kami telepon,” ujarnya di RS Polri, Jakarta, Senin (5/11).

Adapun jenazah pertama yang berhasil diidentifikasi yakni Jannatun Cintya Dewi (24) seorang wanita asal Sidoarjo, Jawa Timur. Korban berhasil teridentifikasi pada Rabu (31/10) karena sidik jari yang masih cukup baik. Sehingga potongan tubuh korban yang ditemukan bisa langsung diidentifikasi oleh tim dokter RS Polri, karena memiliki 13 titik sidik jadi yang sama dengan data rekaman e-KTP.

Cintya diketahui bekerja sebagai analis kegiatan usaha hilir migas Direktorak Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM. Cintya berangkat menuju Pangkal Pinang untuk melakukan pengawasan penyaluran biodiesel 20 persen bersama tiga rekannya.

Setelah tiba di rumah duka pada Kamis (1/11) di Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, jenazah Cintya langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum desa yang lokasinya tidak jauh dari rumah duka.

Selang dua hari pada Jumat (2/11) tim DVI kembali berhasil mengidentifikasi tiga korban lainnya. Mereka adalah Chandra Kirana (29), Monni (41), dan Hizkia Jorri Saroisong (23). Identitas ketiga jenazah tersebut diketahui berdasarkan data kondisi korban (postmortem) dan keterangan keluarga (antemortem).

Chandra Kirana berhasil teridentifikasi lewat sepatu merek Reebok yang dikenakannya sesuai dengan foto sepatu CCTV bandara dan foto sepatu yang diberikan keluarga. Sedangkan jenazah Monni teridentifikasi berkat tato di bagian tubuh yang dicocokkan dengan gambar tato yang diberikan pihak pembuat tato. Sementara jenazah Hizkia Jorri Saroisong diketahui lewat sidik jari.

Kemudian satu hari kemudian atau Sabtu (3/11) sore tim DVI kembali mengindentifikasi tiga korban Lion Air JT 610. Ketiga korban tersebut adalah Endang Sri Bagusmita (20) seorang wanita warga Perumahan Kedaung Banten, Wahyu Susilo (31) seorang pria warga Crucuk, Klaten, Jawa Tengah dan Fauzan Azima (25) seorang pria warga Balai Mansiro, Sumatera Barat.

Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Lisda Cancer mengatakan, mereka teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan data medis. Tiga jenzah itu telah diserahkan kepada pihak keluarga mereka.

Terbaru, pada Minggu (4/11) sore tim DVI kembali mengidentifikasi tujuh korban kecelakaan Lion Air JT 610. Mereka adalah Romhan Sagala (23) seorang pria warga Karang Tengah, Tangerang, Dodi Junaidi (40) seorang pria warga Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan, Muhammad Nasir (29) seorang pria warga Cianjur, Jawa Barat.

Kemudian Jan Efriyanto (26) seorang pria warga Jambi, Karmin (68) seorang pria warga Bangka Belitung, Har Harwinoko (54) seorang pria warga Jalan Palayu Raya, Tegal Bundil, Bogor Utara, dan Verian Utama (31) seorang pria warga Tanjung Duren, Grogol, Jakarta Barat.

Lisda mengungkapkan mereka teridentifikasi berkat data rekam medis dan juga DNA. RS Polri juga hingga saat ini sudah menerima sebanyak 138 kantong jenazah yang berisi bagian-bagian tubuh korban kecelakaan Lion Air.

Artinya, masih ada 124 kantong jenzah yang belum teridentifikasi, Lisda mengatakan proses identifikasi masih terus berlangsung. Selain itu, tidak menutup kemungkinan jumlah kantong jenazah akan terus bertamabah karena tim Basarnas masih terus melakukan pencariran kepada korban selama tiga hari kedepan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here