TNI Bantah Pergeseran Patok Batas di Pulau Sebatik

TNI Bantah Pergeseran Patok Batas di Pulau Sebatik
TNI Bantah Pergeseran Patok Batas di Pulau Sebatik
91 Pemirsa

Komandan Satgas Marinir Ambalat XXIII Kapten (Mar) Yusuf Muchram membantah terkait adanya kabar patok perbatasan antara Indonesia-Malysia di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara bergeser.

Bantahan itu disampaiakan dalam acara interaktif Indonesia Menyapa dengan tema “TNI/Polri Kuat Bersama Rakyat”, kerja sama RRI, Perum LKBN Antara dan Kemenkominfo.

Yusuf menjelaskan, bahwa logikanya setiap patok perbatasan memiliki chip yang dipantau secara langsung oleh Mabes TNI di Jakarta.

Adapun jumlah patok di perbatasan ada 19, yakni 17 patok perbatasan darat dan dua di laut, salah satunya di Karang Unarang.

“Tugas kami hanya mengawasi, memantau, dan memeriksa dan melaporkan jika chipnya rusak,” jelasnya.

Terkait adanya kabar patok perbatasan yang bergeser, seperti disampaikan oleh camat induk Sebatik dalam dialog itu, Yusuf menduga hanya masalah lama tentang perbedaan persepsi pihak Indonesia dengan Malaysia.

Yusuf menilai, bahwa Malaysia melihat garis batas imajiner itu berdasar hukum Inggris sedang Indonesia hukum Belanda.

Menjawab tentang rencana pembangunan infrastruktur atau pos pengawasan di Karang Unarang, Yusuf membenarkan sudah ada usulan tinggal keputusan final untuk alokasi dana pembangunan ada di pusat.

Lebih lanjut, Karang Unarang sangat strategis bukan hanya bagi Kaltara, namun bagi Indonesia karena untuk wilayah utara di sana titik 0.

Jika wilayah itu direbut oleh negara lain, maka sangat merugikan Indonesia karena teritorial Indonesia berkurang.

“Seandainya ada 25 jam, maka marinir tidak pernah tidur menjaga Karang Unarang ini,” katanya pula.

Untuk diketahui, hubungan Indonesia sempat memanas pada 2005, terkait mencuat klaim sepihak Malaysia atas Karang Unarang atau sekitar Blok Ambalat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here