Tokoh Dayak 3 Kecamatan Dukung Rusmadi-Safaruddin

Tokoh Dayak 3 Kecamatan Dukung Rusmadi-Safaruddin
162 Pemirsa

Para kepala adat suku Dayak yang ada di tiga kecamatan, yakni Kembang Janggut, Kenohan dan Kota Bangun sepakat ‘menitipkan’ Kaltim untuk dipimpin figur Rusmadi-Safaruddin.

Pasangan calon nomor 4 yang menurut beberapa lembaga survei bakal memenangkan Pilgub pada 27 Juni 2018, mendapat energi baru dari warga Dayak.

“Kami menitipkan Kaltim untuk dipimpin Pak Rusmadi dan Pak Safaruddin,” ujar Kiham, Kepala Adat Dayak di Desa Kelekat, mewakili rekan-rekannya saat berjumpa dengan Cawagub Kaltim, Irjen Pol (Purn) Safaruddin di hotel Grand Elty (Singgasana), Jalan Pahlawan, Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (3/6/2018).

Tokoh-tokoh Dayak yang hadir berasal dari daerah pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara.

Selama ini mereka mengaku hanya melihat dan mengenal paslon nomor urut 4, Rusmadi-Safaruddin melalui media dan baliho yang terpampang di jalan-jalan kampung dan kota.

Mereka belum pernah bertemu, sehingga ada keinginan untuk menyampaikan secara langsung aspirasi dari desa mereka.

Tokoh adat yang terdiri dari kepala adat Dayak ini merapatkan barisan untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 4 setelah menyimak program semua calon gubernur.

Dari empat calon yang bertanding, menurut mereka hanya nomor 4 yang pas di hati. Alasannya, warga Dayak perlu mendapat jaminan keamanan dan keberlangsungan usaha pertanian maupun berladang.

Mereka percaya pasangan Rusmadi-Safaruddin mampu menjadi pemimpin mereka. Sesepuh Dayak ini sengaja datang dari tiga kecamatan, yakni Kembang Janggut, Kenohan dan Kota Bangun.

Selain Kiham sebagai Kepala Adat Dayak Desa Kelekat, hadir juga Kibin (Kepala Adat Dayak Desa Bukit Layang) dan Felifus (Kepala Adat Desa Pulau Pinang).

Dari Kecamatan Kenohan hadir Pordi (Kepala Adat Dayak Desa Teluk Bingkai), Pundi (Kepala Adat Desa Lamin Pulut) dan Yohanes (Kepala Adat Desa Lamin Telihan).

Sedangkan dari Kecamatan Kota Bangun hadir Kardin (Kepala Adat Desa Nangka Tujuh) dan Anton (Kepala Adat Desa Kedang Murung).

Safaruddin sendiri merasa senang bisa bertemu dengan para sesepuh warga suku Dayak.

“Kalau selama ini bapak hanya melihat saya di baliho, sekarang bisa ketemu secara langsung,” ujar Safaruddin kepada para tokoh Dayak itu.

Suasana berlangsung penuh keakraban, dimana berbagai keluhan mereka satu per satu disampaikan kepada mantan Kapolda Kaltim ini agar kelak apabila menjadi pemimpin di Benua Etam bisa ditindaklanjuti.

Dari berbagai permasalahan itu, ada dua prioritas yang disampaikan mereka kepada Safaruddin.

Pertama, soal aktivitas tambang batu bara yang kerap merusak lahan mereka dan lingkungan. Kedua, soal kebun sawit plasma, dimana masyarakat sekitar kurang mendapat manfaat dengan adanya kebun kelapa sawit tersebut.

Menanggapi hal ini, Safaruddin berjanji akan mencarikan solusi terbaik atas permasalahan tersebut.

Menurutnya perusahaan tambang batu bara tidak bisa dibiarkan merusak lingkungan apalagi sampai mengusik lahan warga.

“Kita harus duduk satu meja untuk mencarikan solusinya. Saya pikir masyarakat tidak boleh lagi jadi penonton,” tegas Safaruddin.

Dalam masalah ini kata Safaruddin, masyarakat harus menikmati yang namanya pembangunan. Perusahaan harusnya bisa sejalan dengan warga sekitar. Jangan malah sebaliknya mengambil keuntungan, sementara masyarakat tidak dapat manfaat dari keberadaannya.

“Perusahaan boleh saja dibela tapi masyarakat juga harus diperhatikan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here