Tol Laut Berhasil Tekan Disparitas Harga Pangan

Tol Laut Berhasil Tekan Disparitas Harga Pangan
Tol Laut Berhasil Tekan Disparitas Harga Pangan
270 Pemirsa

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan bagaimana program Tol Laut yang semula dinilai skeptis dan diolok-olok oleh banyak orang ternyata berhasil menekan disparitas harga bahan pokok di seluruh wilayah Ri, khusunya wilayah Indonesia bagian Timur.

“Ini program Tol Laut semula semua orang sangat skeptis, banyak yang menjadikan olok-olok, tapi Pak Jokowi dengan tegas melanjutkan,” kata Enggartiasto dalam seminar nasional bertajuk ‘Melanjutkan Konektivitas Membuka Jalur Logistik dan Menekan Disparitas Harg’ di KM Dorolonda, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/2/2019).

Ada harga yang harus dibayar. Menurut Enggar, untuk menekan disparitas harga yang perlu dibangun pertama adalah infrastruktur, salah satunya dengan Tol Laut.

“Ini harga yang harus kita bayar. Kita kapan mau bangun Indonesia Timur selama infrastruktur tidak terbangun,” katanya.

Leboh lanjut kata dia, apabila disparitas masih ada di antara Indonesia Barat dan Timur, menurut Enggar, artinya keadilan belum terwujud.

“Maluku di Papua belum sama, disparitas masih ada, ini menunjukkan tidak ada keadilan,” katanya.

Namun, Enggar mengaku masih ada ego sektoral dalam implementasi tol laut, sehingga diperlukan koordinasi, terutama terkait bongkar muat dan informasi akurat mengenai kebutuhan serta potensi di suatu daerah.

“Bukan masalah terjadi di Pelindo tapi di bongkar muat kami segera menyesuaikan pekerjaan rumah dengan kementerian terkait kapan di sana panen kapan daerah di sini membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan harga bahan pokok di wilayah Indonesia Timur rata-rata sudah turun 15-20 persen. Dia menyebutkan tahun ini juga akan ditambah 100 kapal untuk tol laut yang diberikan 50 kapal untuk BUMN dan 50 kapal untuk swasta.

“Ditambah subsidi angkutan kita all out bukan hanya subsidi, angkutan kapalnya pun kita siapkan. Di pulau-pulau, seperti Morotai sudah minta kapal bergerak dari Barat ke Timur,” katanya.

Budi menilai, tol laut juga berpotensi untuk merebut pasar kargo udara karena saat ini harganya bersaing. “Jakarta ke Bitung kalau hari itu laku, kalau dua minggu sulit bersaing. Sekarang muatan tol laut 80 persen, kalau muatannya baliknya 80 persen juga Pak Enggar, kita enggak perlu subsidi,” jelas dia.

Dengan hadirnya tol laut ini, Pemerintah telah mampu menciptakan keadilan bagi masyarakat di seluruh wilayah RI terutama dalam hal harga pangan. Capaian tersebut tidak terlepas dari kegigihan dan komitmen Presiden Jokowi dalam menjalankan program pro rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here