TPNPB-OPM Fitnah TNI Melakukan Penyerangan dengan Bom Kimia

0
26
TPNPB-OPM Fitnah TNI Melakukan Penyerangan dengan Bom Kimia
TPNPB-OPM Fitnah TNI Melakukan Penyerangan dengan Bom Kimia

Beginilah jadinya jika Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) sudah kehabisan akal untuk memenuhi hasrat pecundangnya agar mendapat perhatian asing.

Dilansir dari akun Facebook TPNPB, kelompok itu kembali memposting video terbarunya yang berisi fitnahan kepada TNI. Mereka menyebar kebohongan disertai fitnah bahwa TNI telah melakukan serangan udara menggunakan bom dan senjata kimia.

Sebelumnya TNI juga pernah dituding melakukan serangn bom melalui helikopter pada Desember 2018, padahal faktanya TNI menggunakan helikopter ke Nduga, Papua untuk mengevakuasi pekerja jembatan yang menjadi korban penembakan oleh KKB.

Tak hanya itu, Kelompok KKB itu juga secara terang-terangan meminta bantuan dunia untuk melawan serangan yang disebut dilakukan oleh TNI sebagai pihak Indonesia.

“TNI menggunakan senjata kimia dalam konflik bersenjata menyerang pemukiman warga di Kabupaten Nduga, Papua. Dunia segera mendesak Indonesia hentikan penggunaaan senjata kimia dalam konflik bersenjata di Papua,” demikian bunyi postingan TPNPBNews.

Sejumlah foto-foto helikopter yang disebut melakukan pengeboman mereka tampilkan Untuk memperkuat tuduhan mereka, Namun setelah di cek foto-foto tersebut adalah editan. Pasalnya foto-foto yang dibagikan merupakan foto-foto yang sama yang digunakan dalam fitnah penyerangan pada Desember 2018 lalu.

Tak hanya berupa gambar, sebuah video juga mereka posting untuk memperkuat fitnah mereka

Dalam video tersebut, Egianus menyebut ada dua helikopter TNI, mulai melakukan serangan bom dari udara pada pukul 07.30 WIT.

“Kampung Mapenduma, Widum dan Loama, semua dibom sebanyak 5 kali dari dum-dum bagian atas. Semua di bagian Derakma Mapenduma terkejut dengan bunyi ledakan bom dan sudah keluar rumah,” kata Egianus yang dikutip TPNPBnews.

“Sesudah jatuhkan bom helikopter kembali ke Timika dan arah Genyam,” jelas Egianus.

Menurut Egianus Kogeya, prajurit TNI memilih menggunakan senjata kimia yang dijatuhkan dari udara, karena tak mampu melawan OPM dengan standar.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf. Mohammad Aidi secara tegas mengatakan bahwa TNI hingga saat ini belum pernah melakukan serangan.

Aidi juga menampik tudingan bahwa telah terjadi kesepakatan antara TNIdan KKSB terkait adanya zona perang.

“Mereka mengklaim bahwa mereka telah menentukan zona tempur di kawasan Habema sampai dengan Mbua. Walaupun itu hanya klaim sepihak karena tidak pernah ada perjanjian antara TNI dan KKSB tentang zona tempur tersebut,” tegas Aidi.

Pernyataan tentang jatuhnya korban sipil, serangan bom dan istilah zona tempur hanyalah upaya propaganda pihak KKSB untuk berusaha menggiring opini publik.

Aidi tak habis pikir dengan upaya KKSB melakukan propaganda setelah mereka melakukan penembakan masal terhadap belasan pekerja jembatan di Nduga.

Menurut Aidi pihak KKSB bersandiwara seolah-olah mereka menjadi korban dari tindakan TNI.

“Ini adalah sikap pengecut dan tidak punya harga diri, sangat hina di mata Tuhan dan di mata kita semua yang hanya berani kepada warga sipil yang tidak berdaya. Saat TNI bertindak mereka langsung koar-koar melolong bagaikan anjing kejepit minta perhatian kepada publik seolah-olah mereka para KKSB yang teraniaya,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here