Tradisi Grebeg Suro Rayakan Tahun Baru Islam Di Desa Ngenep, Malang

0
792
Kemeriahan Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 di Desa Ngenep Malang, Menjadi Tradisi Tahunan Yang digerakkan oleh Pemuda Setempat

Bidik Data – Acara Perayaan Tahun Baru Islam 1439 H di Malang, tepatnya Desa Ngenep Kecamatan Karangploso, Kab. Malang, Jawa Timur dimeriahkan dengan berbagai acara. Acara utamanya bahkan diinisiasi oleh para pemuda setempat yang bergabung dalam perkumpulan pemuda “Unipra”. Acara ini merupakan tradisi turun temurun warga Ngenep disebut sebagai Grebek Suro atau Grebek Deso.

Kebersamaan menjadi makna utama dari tradisi yang hendak dilestarikan oleh pemuda setempat. Tradisi perayaan 1 Muharram di kampung ini begitu semarak seperti layaknya suasana lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha. Warga dari seluruh penjuru Desa Ngenep dan desa lainnya berdatangan untuk kumpul bersama dan bersilaturahmi. Acara yang dipusatkan di Sumber Mata Air desa atau biasa di sebut Umbulan.

Ketua Panitia 1 Muharram, Slamet menuturkan, masyarakat desa Ngenep sudah melaksanakan perayaan 1 Muharram ini sejak 40th yang lalu. Sebuah Nasi Tumpeng yang terbuat dari petek walek, ayam alas yang di masukan ke dalam sumber air dan terdapat juga makanan khas bubur suro/jenang suro akan diarak berkeliling desa.

Tidak hanya acara grebek deso atau bersih desa saja namum juga di adakan permainan Gamelan dan pameran batu cakar & batu asah peningalan jaman majapahit yang dulunya di pakai untuk mengasah pedang para prajurit majapahit.

Salah seorang perwakilan Unipra Candra mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif pemuda desa yang menginginkan agar tahun baru Islam harus lebih meriah dari tahun baru 1 masehi. “Perayaan 1 Muharram ini merupakan inisiatif warga desa sejak dulu, kemudian berkembang hingga sekarang menjadi tradisi, dan tahun ini coba digerakan oleh perkumpulan pemuda yang disebut Unipra dengan tujuan ingin mebuat acara ini lebih meriah dari pada tahun baru masehi,” Kata Candra.

Ia mengatakan, partisipasi warga dan para pemuda patut diacungkan jempol. para pemuda tersebut menggunakan dana sendiri yang di dapat dari iuran para pemuda Unipra dan di sumbang makanan khas dari beberapa warga desa. “Ini semua swadaya dan gotong royong para muda Unipra dan warga desa,” jelas Candra.

Menurut Candra hampir 80 persen warga di sini adalah Petani, dan tahun ini mereka bersyukur panen meraka bagus. “Makna dari kegiatan ini harapan kita semoga tahun ini menjadi lebih baik dari tahun kemarin, silaturahmi kita lebih baik dari tahun lalu, dan amal ibadah kita semakin ditingkatkan serta para pemuda desa bisa terus berkarya” ujarnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here