Ulama Perlu Dilibatkan Dalam Proses Deradikalisasi Teroris

Ulama Perlu Dilibatkan Dalam Proses Deradikalisasi Teroris
188 Pemirsa

Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) Hery Haryanto Azumi mengatakan, proses deradikalisasi tidak bisa dilakukan secara instan sehingga perlu secara simultan dan berkelanjutan dalam penanganannya. Hal ini disampaikan Hery pascagencatan senjata narapidana terorisme dengan polisi di Mako Brimob, Kamis (10/5).

Menurutnya, dalam melakukan proses deradikalisasi narapidana terorisme, Polri diminta untuk melibatkan para ulama moderat dari hulu sampai ke hilir.

Ia menilai, persoalan deradikalisasi tidak bisa hanya diselesaikan melalui pendekatan hukum, namun dibutuhkan juga pendekatan persuasif mengingat persoalan ini menyangkut mindset dan dogma.

“Memang sudah berakhir tragedi ini, namun perlu upaya deradikalisasi secara simultan dan berkelanjutan. Ulama harus dilibatkan dari hulu ke hilir. Karena ini sudah menyangkut mindset dan dogma,” kata Hery dalam keterangannya.

Hery menambahkan, peristiwa Mako Brimob harus menjadi pelajaran agar semua masyarakat menyadari tentang pentingnya mencintai Tanah Air.

“Dengan cinta Tanah Air sejak dini, perilaku radikal dan saling jegal bahkan saling bunuh terhadap sesama anak bangsa akan dapat dihindari,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi Polri yang berhasil menangani para narapidana terorisme. Sebanyak 155 narapidana terorisme berhasil ditanggulangi dengan selamat.

“Alhamdulillah, tragedi Mako Brimob yang menyebabkan lima anggota polisi gugur telah berakhir. Kami ikut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para prajurit-prajurit terbaik kepolisian,” kata Hery.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here