Umat Islam Memang Harus Bersatu Menyuruh Pulang Rizieq Pulang ke Tanah Air

155 Pemirsa

Aneh saja lederangannya ketika tokoh nasional dan puluhan ulama Sumatera Utara meminta pemerintah untuk tidak terus-menerus menzalimi ulama besar Habib Muhammad Rizieq Shihab. Bahkan mereka juga mendesak pemerintah untuk menjemput Rizieq dari Arab Saudi.

Tak bijak jika sekumpulan ulama yang notaben mengerti agama lalu menyalahkan Pemerintah telah berbuat tidak adil terhadap pentolan FPI itu.

Dalam sebuah diskusi masalah kepulangan Rizieq tiga narasumber begitu hebatnya menuduh pemerintah zalim dan tidak adil. Tiga narasumber yang hadir yaitu, Dr. MS Kaban, Lieus Sungkharisma, dan Dr. Sohibul Anshor Anshori Siregar.

Mereka bahkan sepakat untuk menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu dari pengasingannya selama hampir dua tahun di Arab Saudi.

Dalam diskusi yang dihadiri puluhan ulama dan aktivis Islam di Sumut itu, peserta diskusi sepakat untuk mendesak pemerintah agar tidak menghalang-halangi kepulangan Habib Rizieq.

“Habib Rizieq itu bukan cuma punya FPI, tapi punya semua umat Islam,” ujar Ustadz Azwir.

Dalam diskusi tersebut, para Ulama Sumut yang bergabung dalam GNPF Ulama, FUI dan aktivis alumni 212 dan lain-lain, meminta pemerintah segera memulangkan mengambil tindakan untuk memulihkan hak-hak kewarganegaraan Habib Rizieq.

“Habib bukan takut dan tidak mau pulang. Cuma ada pihak-pihak yang tidak menginginkannya pulang ke Indonesia karena ketakutan tak berdasar terhadap kata-kata khilafah dan syariah,” katanya lagi.

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Sompie mengatakan, tidak ada larangan bagi Rizieq Shihab untuk kembali ke Tanah Air.

Ronny mengatakan, tidak ada aturan yang melarang seorang warga negara Indonesia untuk kembali ke Indonesia setelah bepergian atau bermukim di luar negeri.

“Negara tidak menghalangi dia untuk pulang, tidak ada penangkalan. Menangkal warga negara sendiri untuk pulang itu tidak ada (aturannya),” kata Ronny di Bekasi, Rabu (10/7/2019).

Ronny menjelaskan, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan menyebut, negara tidak boleh melarang warga negara Indonesia untuk pulang ke Indonesia.

“Sepanjang dia masih warga negara, UU kita tentang kewarganegaraan tidak membolehkan kita untuk menolak warga negara Indonesia yang mau kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, pihak Imigrasi hanya berwenang mencekal WNI untuk bepergian ke luar negeri karena alasan hukum, bukan melarang WNI kembali ke Indonesia.

Perlu diketahui bahwa yang mengahalangi Rizieq kembali ke Indonesia adalah denda yang cukup besar karena Rizieq telah melebih izin batas tinggal di sebuah negara. Denda itu bahkan mencapai Rp 550 Juta.

Menurut Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli mengatakan bahwa denda yang dikenakan kepada Habib Rizieq Shihab lantaran melebihi izin tinggal atau overstay, harus dibayar sendiri olehnya bila memang pulang ke Indonesia.

Melalui akun Twitter @GunRomli, Guntur Romli menyebut keberadaan Rizieq Shihab di Arab Saudi hanya untuk melakukan provokasi. Untuk itu, dia meminta agar Rizieq pulang ke Indonesia dengan usaha sendiri.

“Keenakan banget ini orang kalau dipulangkan, terus kita disuruh bayar dendanya gitu. Padahal dari Tanah Suci kerjaannya cuma provokasi. Pulang aja sendiri dan hadapi kasus-kasus hukumnya di pengadilan, masa kalah sama Ahok,” cuit Guntur Romli di Twitter, Kamis (11/7/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here