Waduh…FPI Dijadikan Bumper untuk Menyerang Pemerintah Tanpa Prabowo Turun Tangan

251 Pemirsa

Bidikdata – Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengklaim tidak memiliki masalah dengan Front Pembela Islam (FPI).

Dia mengaku terbuka menerima dukungan ormas yang dipimpin Rizieq Shihab itu terhadap sang kakak yang merupakan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di pemilihan presiden (pilpres) 2019.

“Siapapun mau dukung Prabowo saya terima,” kata Hashim saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di kantor redaksi detik.com, Kamis (4/10).

Pernyataan Hasim sangat kontradiktif, mengingat pada tahun 2014 lalu menyebut, “FPI tidak akan pernah menjadi bagian dari koalisi,” kata Hashim di hadapan wartawan asing yang tergabung dalam the Jakarta Foreign Correspondents Club, Jumat (6/6) siang.

Itu artinya, selama ini FPI hanya dijadikan Prabowo sebagai alat untuk meraih kekuasaan. Selain itu, FPI juga dijadikan bumper untuk menyerang Pemerintah, tanpa Prabowo turun tangan.

Perjuangan FPI untuk memenangkan Prabowo selama ini tidak dianggap. Padahal sudah melakukan demo berjilid-jilid hingga bermusuhan dengan Pemerintah, tetapi kehadirannya bahkan tidak diperhitungkan.

Parahnya lagi, adik kandung Prabowo itu menyebut FPI yang mengemis untuk mendukung Prabowo. Statement Hashim tahun 2014 jelas, mereka tidak pernah meminta dukungan FPI dan FPI tidak akan pernah menjadi koalisi mereka. Tahun 2019 juga masih sama bahwa FPI yang datang menawarkan dukungan.

Jelas sudah, FPI yang mengemis untuk mendukung Prabowo, padahal Prabowo tidak butuh dukungan FPI. Sementara, FPI adalah Ormas radikal dan anarkis, mana mungkin Prabowo mau menerimanya sebagai koalisi, yang ada malah nambahin masalah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here