Wapres JK Menilai Tuduhan Petugas KPPS Diracuni Berlebihan

Wapres JK Menilai Tuduhan Petugas KPPS Diracuni Berlebihan
309 Pemirsa

Tuduhan ratusan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal karena diracuni mulai meresahkan masyarakat. Hal ini berdampak negatif pada penyelenggara Pemilu.

Dibalik tudingan tersebut secara nyata ada upaya untuk mempolitisasi kematian ratusan petugas KPPS.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan tuduhan dari beberapa pihak terkait dengan adanya unsur kesengajaan dalam kematian ratusan anggota KPPS adalah berlebihan.

Menurut JK tidak ada motif yang masuk akal untuk memberikan racun kepada anggota KPPS, apalagi bertujuan memberikan suara lebih kepada pasangan calon tertentu.

“Tuduhan bahwa itu diracun, itu berlebihan saya kira. Apa keuntungannya meracun? Mau apa? Mau mendapat suara? Bagaimana mungkin? Jadi, tidak begitu saja, segala sesuatu harus kita periksa motifnya,” kata Wapres JK kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Senin (13 5/2019).

Terkait dorongan sejumlah pihak termasuk Capres 02 Prabowo Subianto yang meminta kepolisian melakukan visum kepada jenazah anggota KPPS, lanjut JK mengatakan bahwa visum bisa saja dilakukan selama pihak keluarga korban memberikan izin.

“Ya, terserah keluarganya, visum ‘kan harus ada izin keluarga,” katanya.

Sedikitnya pada Minggu 13 Mei 2019 jumlah petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia diduga karena kelelahan melaksanakan tugas pemungutan dan penghitungan suara pada pemilu serentak, 17 April 2019 bertambah menjadi 469 orang.

Sementara berdasarkan investigasi Kementerian Kesehatan, mengklaim ada 13 jenis penyakit yang ditemukan di 15 Provinsi yang menyebabkan kematian ratusan petugas KPPS.

13 penyakit tersebut adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multi organ.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here