Waspada Artikel Clickbait “Goodbye PDIP” Berisi Fitnah Untuk Meruntuhkan Demokrasi

Waspada Artikel Clickbait "Goodbye PDIP" Berisi Fitnah Untuk Meruntuhkan Demokrasi
116 Pemirsa

Politik tidak beretika dan jauh dari norma-norma adab politik yang mestinya dijunjung tinggi untuk tetap menegakkan Demokrasi berdasarkan Pancasila di Indonesia semakin terasa akhir-akhir ini.

Deligitimasi partai dan pembiasan informasi yang terus menerus dihadapkan pada partai pemerintah yaitu PDIP yang menjadi sasarannya. Partai berlambang moncong putih Banteng tersebut difitnah tak takut kehilangan basis suara umat Islam karena mendukung UU Ormas.

Isi fitnah tersebut mencatut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dibenturkan dengan umat muslim lewat sebuah tulisan berjudul “Megawati: Partai Kami Tidak Khawatir Sedikit pun Kehilangan Pemilih Muslim meski Partai Kami Telah Mendukung UU Ormas”.

Artikel tersebut kemudian disebarkan ke berbagai platform media sosial hingga viral oleh pihak-pihak yang tak setuju dengan UU Ormas. Padahal artikel itu 100 persen ‘clickbait’. Judulnya tidak sesuai dengan isinya. Di sana tidak ada statement apa pun dari Megawati terkait dengan UU Ormas.

Tetapi karena sudah viral, banyak warganet yang mempercayainya, terutama karena hanya baca judulnya saja. Dan, fitnah tersebut membawa banyak dampak runtutannya, seperti pepatah ‘fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan’

Salah satu respon atas fitnah yang beredar pada PDIP tersebut datang dari Ust. Irfan S. Awwas. Karena ‘termakan’ fitnah di atas, ia kemudian menyerukan kepada umat Islam yang berada di PDIP untuk segera keluar dan berhijrah dari sana. Ia juga mengajak untuk meninggalkan partai yang telah “dzalim” pada umat Islam itu karena telah mendukung pengesahan UU Ormas.

Sangat disayangkan pernyataan Ust. Irfan S. Awwas di atas. Bahkan, kelas seorang ustadz pun bisa termakan oleh fitnah politik murahan. Hal itu karena ia tak memeriksa kembali informasi yang diterimanya.

Bahaya dari fitnah adalah ia akan melahirkan fitnah baru. Seperti Ust. Irfan S. Awwas itu, dengan hanya bermodalkan kabar fitnah dan pembiasan informasi, Ia kemudian menyerukan ‘fitnah’ kembali.

Bila kita periksa sekali lagi, sebenarnya tak ada alasan bahwa PDIP akan meninggalkan basis muslimnya. Karena menurut Sekjen Hasto Krisyanto, 85 persen pemilih PDIP jusru umat Islam.

Sikap partai tersebut mendukung UU Ormas, bukan untuk memusuhi agama tertentu. Karena memang UU tersebut tidak ditujukan untuk memusuhi atau menista agama tertentu, khususnya agama Islam.

Sikap PDIP yang mendukung UU Ormas justru karena komitmennya untuk menjaga Pancasila dan NKRI. Yaitu, dengan melindunginya dari paham-paham yang hendak meruntuhkan pondasi dan bentuk negara bangsa Republik Indonesia.

Itulah pentingnya bagi kita memeriksa ulang setiap informasi yang kita terima. Proses verifikasi dan konfirmasi (tabayyun) akan membuat kita terhindar dari fitnah, dan potensi menyebarkan fitnah kembali. Semoga kita terhindar dari kejahatan fitnah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here