Waspada Provokasi Aksi Oknum Perusakan Gereja, Kantor NU dan Sekolah Katolik di Magelang

0
114
Waspada Provokasi Aksi Oknum Perusakan Gereja, Kantor NU dan Sekolah Katolik di Magelang
Waspada Provokasi Aksi Oknum Perusakan Gereja, Kantor NU dan Sekolah Katolik di Magelang

Kepolisian hingga kini masih memeriksa pelaku perusakan kantor Nahdliyin Center, dua Gereja dan sekolah Katolik di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pelaku berinisial NA (44) merupakan warga Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

Dalam keterangan pers di Mapolres Magelang, Minggu (28/10/2018), Kepala Polres Magelang AKBP Hari Purnomo menjelaskan, pelaku NA telah ditetapkan sebagai tersangka sejak diringkus, Sabtu (27/10/2018) sore.

Penangkapan terhadap NA dilakukan setelah polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkata (TKP), keterangan saksi, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan perbuatan perusakan itu dengan cara melempar batu ke arah kantor Nahdliyin Center dan mengenai kaca pintu, pada Jumat (26/10/2018) pagi.

“NA melakukan perbuatan tersebut seorang diri, dengan cara melempar batu, dan mengendarai sepeda motor,” ungkapnya.

Menurut Hari, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual madu dan buku agama itu mengakui perbuatan tersebut sebagai reaksi atas dugaan pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Pelaku memiliki data tempat yang sering dibantu pengamanannya oleh Banser di Magelang sehingga dua Gereja menjadi sasaran pelemparan.

“Jadi, tersangka ini merasa marah dengan pembakaran bendera di Garut beberapa waktu lalu. Dia banyak membaca informasi dan perkembangan berita tersebut dari media sosial,” jelasnya.

Lebih jauh kata Hari, tersangka NA juga melakukan perusakan di 2 gereja dan sekolah Kristen di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Sabtu (27/10/2018) dini hari.

Tak hanya itu, Na, kata Hari juga melempari batu gedung kantor DPC PDI Perjuangan di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, di hari yang sama.

“Kami amankan barang bukti antara lain sepeda motor, bongkahan batu, pecahan kaca, jaket, helm, celana,” ujarnya.

Terkait perbuatannya itu, NA diketahui tidak berafiliasi dengan ormas atau kelompok agama tertentu di Magelang. Artinya, tambah Hari apa yang dilakukan murni seorang diri.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 410 KUHP tentang Perusakan Gedung, subsider Pasal 406 KUHP tentang Perusakan Barang. Ancaman hukuman untuk Pasal 410 KUHP 5 tahun penjara, sedangkan Pasal 406 KUHP ancaman hukumannya 2 tahun 8 bulan.

Terkait kejadian diatas, diharapkan agar masyarakat tidak terprovokasi atas perbuatan pelaku perusakan.

Sebab perbuatan pelaku adalah dampak dari provokasi sentimen agama yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain yang tidak berkaitan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here